Selasa, 07 Maret 2017

PENGENALAN DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI



      1.    PENGERTIAN DESAIN GRAFIS & ANIMASI

      A.   Desain Grafis

Desain Grafis adalah seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang, dan gambar. Bidang ini merupakan bagian dari komunikasi visual. Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian desain grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak dan desain interaksi.

Berikut ini  adalah unsur-unsur dalam desain grafis :

·       GARIS (LINE)

Garis dapat dimaknai sebagai jejak sesuatu. Goresan pensil, pena atau mouse di komputer dan lain sebagainya. Garis tidak memiliki kedalaman (depth), hanya memiliki ketebalan dan panjang. Oleh karena itu, garis adalah elemen satu dimensi.

Wujud garis dangat bervariasi. Garis lurus mengesankan kaku dan formal, garis lengkung memberikan kesan lembut dan luwes, garis zig-zag berarti keras dan dinamis, garis tidak beraturan berarti fleksibel dan tidak formal. Kemudian, garis horizontal mengesankan pasif, tenang dan damai. Garis vertikal memiliki kesan stabil, gagah dan elegan. Garis diagonal dapat diartikan sebagai makna aktif, dinamis dan menarik perhatian. Masih banyak variasi lainnya yang biasa digunakan, seperti garis putus-putus, gradasi, tebal tipis, dan sebagainya.

·       BIDANG (SHAPE)

Shape atau bidang adalah segala bentuk apapun yang memiliki dimensi tinggi dan lebar. Bidang dapat berupa bentuk-bentuk geometris (lingkaran, segitiga, segiempat, elips, setengah lingkaran dan sebagainya) dan bentuk-bentuk yang tidak beraturan.

Bidang geometris memiliki kesan formal, sebaliknya, bidang non geometris memiliki kesan tidak formal dan dinamis.

Dalam dunia desain grafis, pengertian bidang tidak terbatas hanya itu saja. Area kosong yang berada di antara elemen-elemen visual dan space yang mengelilingi gambar/foto, bisa juga disebut sebagai bidang. Blank space (bidang kosong) bahkan bisa dianggap sebagai elemen desain. Bidang kosong dimaksudkan untuk menambah kenyamanan baca dan menimbulkan gairah membaca juga memberikan kesan nyaman dan “bernapas” dan memberikan tekanan kepada obyek visual yang ada dalam sebuah desain.

·       WARNA (COLOR)

Warna adalah elemen visual penarik perhatian paling utama. Bila penggunaan pada warna salah, maka kualitas, citra, keterbacaan, pun akan salah. Sebagai contoh adalah warna yang lembut akan memancarkan kesan romantis dan ketenangan.

Sedangkan warna-warna tegas dan kuat akan memberi kesan dinamis. Penggunaan yang salah tempat tentu akan menimbulkan kesan di benak audiens yang salah.

Warna memiliki karakteristik, kegunaan, dan makna masing-masing. Dalam seni rupa, warna kemudian dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu:

a.    DIMENSI PERTAMA: HUE
b.    DIMENSI KEDUA: VALUE
c.     DIMENSI KETIGA: INTENSITY

·       GELAP TERANG (VALUE)

Salah satu cara terbaik untuk memudahkan unsur penangkapan pesan dalam visual grafis adalah dengan mengatur gelap dan terangnya. Ada dua pembagian dalam kategori ini, yaitu Low Contrast Value yang berarti penggunaan warna-warna yang kurang kontras. Visual yang dihasilkan akan cenderung kalem, statis, dan sederhana serta tenang. Sedangkan yang kedua adalah High Contrast Value, yaitu penggunaan warna-warna kontras dengan ekstrim, sehingga menghasilkan visual yang enerjik, ceria, dinamis, dramatis, dan penuh gairah.

·       TEKSTUR (TEXTURE)

Tekstur merupakan nilai raba atau lebih mudahnya adalah halus dan kasarnya sebuah permukaan benda. Dalam desain grafis, penggunaan tekstur dapat dimayakan untuk memberikan visual yang lebih berkarakter.

Tekstur sering digunakan untuk mengatur keseimbangan dan kontras dalam sebuah desain komunikasi visual.

·       FORMAT

Panjang dan pendek, tinggi dan rendah, serta besar dan kecilnya suatu elemen visual perlu diperhatikan. Tujuannya agar keterbacaan dapat tersajikan dengan baik.

Untuk mengatur format dalam sebuah desain visual perlu dibuat yang namanya Visual Hierarchy (skala prioritas). Caranya adalah dengan mengurutkan hal-hal penting untuk ditampilkan lebih utama, baru kemudian yang tidak penting. Tujuannya agar pembaca tahu bagian mana yang harus dibaca atau dilihat terlebih dahulu. Demikian pula dengan peletakan font, warna, bentuk, posisi, dan semuanya yang perlu menjadi bagian mana yang bagian utama dan bagian pendukung.

Perbedaan ukuran yang diperhitungkan secara proporsional akan membantu audiens dalam memilih informasi yang perlu didahulukan. Tidak semua informasi yang disampaikan itu penting, sehingga semua elemen berukuran besar dan mencolok. Desain yang seperti itu akan sangat riuh, dan sangat membingungkan. Oleh itulah perlu diperhatikan skala prioritasnya, mulai dari bagian mana yang sangat penting, penting, hingga yang kurang penting.

Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni. Desain yang dalam perkembangannya desain grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object. Orang yang bekerja dalam bidang ini di sebut seorang Desainer , dan seorang Desainer harus memiliki minimal 5 (lima) dimensi Keilmuan yaitu :
  • Wawasan Teknologi
  • Wawasan Sains
  • Wawasan Seni
  • Wawasan Sosial Dan Budaya
  • Wawasan Filsafat Dan Etika

Jenis-Jenis Desain Grafis 
·       Desain Grafis 2 Dimensi

Desain grafis yang terlihat tidak timbul (kurang terlihat nyata), contohnya spanduk berisi tulisan biasa, tulisan biasa yang tertulis pada bidang apapun, gambar persegi, gambar lingkaran, dll

·       Desain Grafis 3 Dimensi

Desain grafis yang terlihat timbul (terlihat nyata), contohnya spanduk dengan gambar foto nyata, gambar atau tulisan yang nampak timbul, gambar balok, kubus, bola, dll.

·       Desain Grafis Multimedia

Desain grafis yang bisa dinikmati oleh beberapa indera, seperti penglihatan sekaligus suara, contoh desain grafis multimedia lama adalah wayang kulit ketika dimainkan, contoh desain grafis multimedia terbaru adalah film kartun atau film animasi.

     B.   Animasi

Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah – olah hidup ( bergerak ), seperti yang pernah kita lihat film – film kartun di tevisi maupun dilayar lebar. Dengan kata lain kita menghidupan gambar dengan cara merangkainya secara teratur, sehingga gambar itu seakan-akan hidup.

      2.    PENGERTIAN PIXEL, RESOLUSI, GARIS & KURVA, HUE

      A.   Pixel

Pixel adalah bagian terkecil pada suatu gambar digital. Monitor menampilkan gambar dengan membagi-bagi layar menjadi ribuan (bahkan jutaan) pixel-pixel, tersusun pada banyak baris dan kolom. Pixel-pixel ini sangat dekat satu sama lain sehingga tampak seperti terhubung satu sama lain.

Jumlah bit yang digunakan untuk mewakili tiap pixel menentukan berapa banyak warna yang dapat ditampilkan pixel tersebut, ini biasa disebut sebagai color depth. Contohnya, jika monitor menggunakan 8 bit untuk tiap pixel, maka tiap pixel mampu menampilkan 256 warna berbeda (2 pangkat 8).

Pada monitor, setiap pixel sebenarnya terdiri atas 3 titik, yakni 1 titik merah, 1 titik biru, dan 1 titik hijau. Gabungan dari tiga titik tersebut menampilkan warna yang diinginkan.

Kualitas layar biasanya bergantung pada resolusi (jumlah pixel yang bisa ditampilkan), serta berapa banyak bit yang mewakili tiap pixel. Layar VGA dapat menampilkan 300 ribu pixel (640x480), layar SVGA dapat menampilkan 480 ribu pixel (800x600), dan seterusnya. Sistem True Color menggunakan 24 bit pada tiap pixel, sehingga dapat menampilkan lebih dari 16 juta warna berbeda, akan tetapi saat ini kebanyakan layar menggunakan 8 bit pada tiap pixel.

Ketajaman suatu gambar dapat dilihat dari kerapatan pixel-pixel, atau biasa disebut sebagai dpi (dots per inch) atau ppi (pixel per inch). Dalam hal ini dot (titik) dimaksudkan sebagai pixel, jadi keduanya memiliki arti yang sama. Dots per inch dapat ditentukan dari ukuran layar dan resolusi yang dimiliki. Pada ukuran layar yang sama, semakin besar resolusi maka semakin besar pula dpi/ppi. Sedangkan pada resolusi yang sama, semakin besar ukuran layar maka semakin kecil dpi/ppi. Sebaliknya semakin kecil ukuran layar maka semakin besar dpi/ppi.

     B.   Resolusi

Resolusi adalah kerapatan pixel dalam sebuah gambar. Resolusi gambardiukur berdasarkan kerapatan pixel dalam 1 inch (pixels per inch / ppi atau dots per inch / dpi). Resolusi 1 ppi berarti ada satu inch persegi, begitu juga resolusi 300 ppi brarti ada 300 pixel per satu inch persegi. Intinya semakin besar resolusi sebuah gambar maka makin banyak sebuah pixel dalam gambar dan tampilan gambar akan semakin detail. nah setelah ini kalian pasti tahu, kenapa file yang berisi gambar-gambar atau image dengan resolusi tinggi mempunyai ukuran yang besar juga, karena pixel yang terkandung di dalamnya juga semakin rapat dan banyak.

Satuan Resolusi yang sering digunakan dalam desain
Resolusi diukur berdasarkan jumlah pixel per inch atau dot per inch. Dpi digunakan untuk menunjukkan jumlah pixel per inch dalam sebuah gambar digital. Kalo kamu melakukan scan pada sebuah gambar, biasanya ukuran yang dipakai adalah ppi (Pixel per inch). Sementara itu, dpi biasanya dipakai sebagai ukuran pada printer untuk menunjukkan jumlah titik yang harus dicetak per inch nya. Pada Photoshop, biasanya kamu bisa mengatur resolusi gambar dalam pixel per inch atau pixel per centimeter. Kebutuhan akan resolusi ini tergantung penggunaan dari gambar itu sendiri.

Resolusi berdasarkan kebutuhan sebuah desain :
·       Untuk offset atau printing bisa menggunakan resolusi 300dpi.
·       Untuk keperluan cetak outdoor atau indoor bisa menggunakan resolusi 100 - 150dpi.
·       Untuk content atau benner website bisa menggunakan resolusi 72 dpi.

     C.   Garis & Kurva

Sebuah garis merupakan sebuah unsur desain grafis yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lainnya sehingga bisa berbentuk suatu gambar garis lengkung (Curve) atau lurus (Straight). Garis adalah unsur dasar yang digunakan untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

Berikut ini adalah beberapa jenis garis yang perlu anda ketahui beserta artinya atau maknanya:

·       Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
·       Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
·       Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.
·       Lengkung S : Grace, keanggunan.
·       Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.
·       Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.
·       Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.
·       Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.
·       Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.
·       Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.
·       Spiral : Kelahiran atau generative forces.
·       Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.
·       Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.
·       Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.
·       Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
·       Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.
·       Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.
·       Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.
·       Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.
·       Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.

     D.   Hue

Hue yang biasanya sering kita sebut sebagai ‘warna’ dalam bahasa sehari-hari. Untuk pelukis, istilah ‘hue’ berarti kombinasi dari warna-warna dasar, dengan kata lain: merah, hijau, biru atau kuning (RGB). Sementara fotografer biasanya membayangkan hue sebagai satu warna tertentu.

Berdasarkan Hue, warna kemudian dibagi lagi menjadi tiga golongan, yaitu:

·       Primary Colors (Warna Primer). Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru.
·       Secondary Colors (Warna Sekunder). Warna sekunder merupakan campuran dua warna primer dengan perbandingan seimbang (1:1), yang kemudian menghasilkan warna oranye (hasil percampuran merah dan kuning), hijau (hasil percampuran kuning dan biru), kemudian ungu (hasil percampuran biru dan merah).
·       Tertiary Colors (Warna Tersier) Bila warna sekunder kemudian dicampur dengan warna primer, yang terjadi kemudian adalah warna tersier (tertiary colors), yaitu kuning-oranye, merah-oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, dan kuning-hijau.

Dalam lukisan, teori warna hue mengacu pada warna yang murni tanpa warna atau teduh (yang ditambahkan pigmen putih atau hitam). Hue merupakan sebuah elemen dari roda warna.

Saturation menunjukkan intensitas dari hue. Warna-warna dasar yang terang adalah warna dengan saturation tinggi, sementara warna-warna pastel adalah saturation-nya rendah. Monochrome (hitam dan putih) seluruhnya tidak memiliki saturation karena tidak punya intensitas warna di dalamnya.


     3.    CONTOH SOFTWARE DESAIN GRAFIS & ANIMASI

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:
  1. Desktop Publishing
    Adobe Photoshop
    Adobe Illustrator
    Adobe Indesign
    Coreldraw
    GIMP
    Inkscape
    Macromedia Freehand
  2. Webdesign
    Macromedia Dreamweaver
    Microsoft Frontpage
    Notepad
  3. Audiovisual
    Adobe After Effect
    Adobe Premier
    Final Cut
    Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
  4. Rendering 3 Dimensi
    3D StudioMax
    Maya
    AutoCad


Sumber :
  • http://3ka01-mygraphics.blogspot.co.id/2010/10/pengertian-animasi.html 
  • http://www.reyarifin.com/2012/07/pengertian-desain-grafis.html 
  • http://www.jendelasarjana.com/2014/05/pengertian-pixel.html 
  • http://www.dumetschool.com/blog/Mengenal_Perbedaan_Resolusi_dan_Pixel_dalam_sebuah_Desain 
  • http://www.majalahdesain.com/jenis-jenis-garis-dalam-desain-grafis/